Anda pengunjung ke 17101
Hari ini :
9 Pengunjung
Kemarin :
26 Pengunjung
Best viewed in 1024x768 using Firefox browser
Profil : Tujuan Pendidikan
Tujuan utama yang akan dicapai STIE Indonesia Banjarmasin adalah
menghasilkan lulusan yang mempunyai keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan
Yang Maha Esa, mempunyai penguasaan ilmu dan teknologi yang relevan
dengan dunia bisnis, beretika tinggi, dan berjiwa entrepreunership.
Peningkatan Mutu Pembelajaran
Dalam proses pembelajaran, setiap dosen diwajibkan membuat Satuan Acara
Perkuliahan (SAP) yang berisi strategi dan metode pengajaran. Proses
belajar mengajar di STIE Indonesia Banjarmasin dalam pelaksanaannya
menggunakan metode tutorial, diskusi, dan presentasi yang dibantu
dengan peralatan OHP. Materi perkuliahan yang disampaikan oleh dosen
tergantung pada buku–buku yang telah diterbitkan oleh penulis dari luar
daerah, demikian juga dengan penelitian yang dilaksanakan oleh dosen
masih terbatas pada materi-materi yang seragam dan manfaatnya terbatas.
Sementara dalam peningkatan kualitas dosen kegiatan yang dilakukan
belum maksimal. Perlu dilaksanakan kegiatan pelatihan dosen, seperti :
pelatihan pengembangan bahan ajar, pelatihan metodologi penelitian,
pelatihan media berbasis tehnologi informasi dan komunikasi, dan
pelatihan lainnya yang menunjang peningkatan kualitas dan kompetensi
dosen. Selain itu dalam proses belajar mengajar yang perlu ditingkatkan
adalah kreativitas dosen dalam proses pembelajaran, mahasiswa cenderung
pasif dan kurang termotivasi dalam mengikuti proses belajar, karena
penyampaian materi oleh dosen sebagian besar masih menggunakan metode
toturial dilengkapi peralatan OHP yang jumlahnya masih sangat terbatas,
pemanfaatan peralatan audio visual masih terbatas karena sarananya
tidak memadai.
Adapun sarana yang dimiliki STIE Indonesia Banjarmasin untuk materi
perkuliahan praktikum terdiri dari laboratorium komputer yang
dilengkapi dengan 15 (lima belas) unit komputer jenis Pentium III.
Akibatnya materi perkuliahan kurang mengikuti perkembangan jaman karena
peralatan yang dimiliki sudah ketinggalan jaman. Sarana ini dapat
dipakai oleh mahasiswa maupun dosen untuk kegiatan pembelajaran dan
penelitian. Sarana pendukung yang lain juga tersedia seperti LCD viewer
sebanyak 2 (dua) unit dan OHP sebanyak 4 (empat) unit, jumlah ini jauh
di bawah yang dibutuhkan dosen dalam proses belajar mengajar dimana
STIE Indonesia memiliki 20 buah ruang kelas.
Tujuan peningkatan mutu pembelajaran adalah terciptanya proses
pembelajaran yang efektif dan profesional. Untuk mencapai tujuan
tersebut, diperlukan penguasaaan terhadap tehnologi dan informasi untuk
semua pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran yaitu mahasiswa,
dosen, akademik, dan sistem informasi. Oleh karena itu perlu
dikembangkan metode pembelajaran yang berbasis pada tehnologi informasi
dan komunikasi (Information and Communication Technology) dengan
fasilitas jaringan sistem informasi. Adapun manfaat jaringan sistem
informasi adalah mendapatkan materi belajar on line, sebagai fasilitas
interaksi antara dosen dan mahasiswa, serta pemanfaatan perpustakaan
digital. Dengan demikian dosen pengasuh mata kuliah dapat memanfaatkan
metode pembelajaran yang berbasis pada tehnologi informasi dan
komunikasi tersebut untuk mempersiapkan bahan kuliah yang selalu
akurat dan mengikuti perkembangan jaman dan media ajar yang menampilkan
visualisasi yang semakin menarik sehingga penguasaan mahasiswa terhadap
materi kuliah menjadi lebih baik. Selain itu dosen juga dapat
memanfaatkan tehnologi informasi dan komunikasi untuk melakukan
penelitian dengan materi yang lebih beragam dan sesuai dengan
kebutuhan, kondisi serta manfaat yang diiginkan dari penelitian
tersebut. Sehingga dosen memiliki kompetensi akademik yang memadai
yang mampu meramu dan mengemas kurikulum terutama kurikulum berbasis
kompetensi dengan meninjau kompetensi apa yang diperlukan dunia kerja.
Metode pembelajaran yang berbasis pada tehnologi informasi dan
komunikasi memberi manfaat bagi mahasiswa adalah mendapatkan materi
kuliah yang selalu akurat dan bisa on line, sehingga tidak ada
kesenjangan ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan perguruan tinggi
lain di Indonesia, selain itu dapat memanfaatkan perpustakaan digital
untuk keperluan tugas kuliah, skripsi dan informasi lainnya.